Luca Giovannini (telegraph)

VIVAnews - Cucuran air mata mengiringi kepergian Luca Giovannini. Meninggal di usia lima tahun, bocah ini meninggalkan kisah haru saat tubuhnya yang tak lagi bernyawa justru mampu menyelamatkan nyawa empat sesamanya.

Bocah asal Stockport, Greater Manchester, itu meninggal 27 jam setelah merasakan gejala sakit di tubuhnya. Dokter meyakini bahwa ia menderita suatu reaksi langka terhadap virus tertentu, sehingga mengakibatkan otaknya membengkak.

Di tengah upaya dokter menyelamatkan nyawa Giovannini, orangtuanya bersiap menghadapi hal terburuk. Dokter telah memberi peringatan mengenai kondisi Giovannini yang kemungkinan besar tak akan dapat terselamatkan.  Baca tulisan ini lebih lanjut