
digitaljournal.com
TEMPO.CO, Riyadh - Majelis Ulama di Arab Saudi menyatakan larangan mengemudi bagi wanita di Negeri Petro Dolar sudah benar. Alasannya, jika kebijakan itu dicabut Negeri Arab terancam kehilangan gadis perawan dalam tempo 10 tahun mendatang.
"Bahkan jika kebijakan dilonggarkan sekalipun, warga Arab Saudi bisa dekat pornografi," kata Kamal Subhi, mantan Profesor King Fahd University, dalam Daily Mail, 1 Desember 2011. Yang lebih mengkhawatirkan, kata Kamal, pria dan wanita Arab Saudi akan lebih banyak menjalin hubungan sejenis, yaitu menjadi gayatau lesbian. Baca tulisan ini lebih lanjut
No comments:
Post a Comment