Masjid Kuqa Qong Hanka, Kota Kuqa di Provinsi Xinjiang, Cina. TEMPO/Nur Haryant

TEMPO InteraktifXinjiang - Jenggotnya yang panjang dan lebat menggantung di dagu. Namun senyum Ismayil Abdola, 57 tahun, tak tertutupi. Tingginya hanya sekitar 165 meter, namun badannya tegap. Jamaknya, orang etnis Uygur bertubuh kecil, tapi terlihat gagah. Dia mengenakan semacam baju gamis panjang warna hitam dan kopiah dengan empat sudut dan lancip di tengah-tengahnya.

Dia menyambut kami seperti sudah menunggu tamu lama yang tak datang-datang. "Waalaikumsalam warrahmatullah," katanya saat menjawab salam ketika kami temui, Senin, 19 September 2011. Baca tulisan ini lebih lanjut